free html hit counter
Ghoorib.com | Cerita Nabi Yusuf Untuk Anak Lengkap

Cerita Nabi Yusuf Untuk Anak Lengkap

Contents hide
1 Cerita Nabi Yusuf Untuk Anak

Cerita Nabi Yusuf Untuk Anak

Cerita Nabi Yusuf Untuk Anak Lengkap

Assalamualaikum sahabat sekalian, kembali lagi di blog ghoorib. Pada kesempatan kali ini kita akan menelusuri kisah-kisah tentang Nabi Yusuf alaihissalam.

Berikut cerita nabi Yusuf alaihissalam dari awal mula beliau dibuang ke sumur oleh saudara-saudara beliau, hingga diperjumpakan kembali oleh Allah dengan Ayah beliau nabi Ya’qub alaihissalam.

Cerita kisah nabi Yusuf ini terbagi ke dalam 25 bagian. Cerita islami tentang nabi yusuf ini sangat cocok untuk dibacakan atau diceritakan kepada anak-anak. Semoga bermanfaat…

1. Cerita Singkat Nabi Yusuf a.s : Mimpi Ajaib

Nabi Yusuf adalah anak kandung dari Nabi Ya’qub alaihissalam. Sejak masih kanak-kanak, Nabi Yusuf sangat pandai dan berparas ganteng. Beliau punya sebelas saudara dan merupakan anak yang paling disayang daripada anak-anak yang lain.

Pada suatu malam, Nabi Yusuf melihat sesuatu yang ajaib dalam mimpinya. Beliau melihat matahari, bulan dan sebelas bintang sujud kepadanya.

Nabi Yusuf kecil sangat heran dengan mimpi yang dialaminya tersebut. Beliau tidak bisa memahami, bagaimana bisa matahari, bulan, dan bintang sujud kepada seorang manusia?!.

Karena penasaran, Nabi Yusuf mendatangi ayah beliau dan menceritakan mimpi yang ia alami.

“Wahai ayahku, aku bermimpi melihat matahari, bulan dan 11 bintang sujud kepadaku”, Cerita nabi Yusuf.

Karena ayah Nabi Yusuf juga merupakan seorang rasul, beliau langsung mengerti dan merasa senang atas apa yang dialami oleh anaknya.

“Barakallahu laka wahai Yusuf, ini merupakan pertanda akan perkara yang besar bagimu”. Ucap Nabi Ya’qub.

Nabi Yusuf alaihissalam mendengar dengan seksama penjelasan dari sang Ayah.

“Mimpi ini adalah isyarat kabar gembira tentang kenabian. Allah telah memberi nikmat terhadap kakekmu Ishaq dan kakekmu Ibrahim a.s, dan sesungguhnya Allah akan memberi nikmat kepadamu dan kepada keluarga Ya’qub”. Jelas Nabi Ya’qub.

Pada saat itu, nabi Ya’qub merupakan seorang tua yang disegani, beliau paham betul tabiat manusia, bagaimana syaitan akan memperdaya manusia.

Beliau kemudian berkata kepada Nabi Yusuf. “Jangan beritahukan kepada siapapun tentang mimpi ini, termasuk kepada saudara-saudaramu, karena sesungguhnya mereka akan dengki kepadamu dan akan menjadi musuh bagimu.

2. Cerita Singkat Nabi Yusuf a.s : Kedengkian Para Saudara Nabi Yusuf

Selain Nabi Yusuf, ada saudaranya yang bernama Binyamin yang juga sangat disayang oleh Nabi Ya’qub.

Saudara-saudara yang lain sangat dengki dan benci kepada Nabi Yusuf dan Binyamin. Mereka berkata “Heran, bagaimana bisa ayah kita lebih menyayangi Yusuf dan Binyamin, padahal mereka hanya bocah kecil yang lemah, sedang kita adalah pemuda yang kuat”.

Karena Nabi Yusuf yang masih kecil dan lugu, beliau menceritakan mimpi yang dialaminya kepada saudara-saudara, ketika mereka mendengar tentang hal tersebut bertambahlah dengki dan kebencian mereka.

Di hari selanjutnya, para saudara Nabi Yusuf berkumpul dan merencanakan untuk membunuh beliau atau membuangnya ke tempat yang jauh.

Salah satu dari saudara Nabi Yusuf mengusulkan ide busuk, ia berkata, “Jangan bunuh dia, kita campakkan saja dia ke sumur dekat jalan, nanti akan ada musafir yang lewat dan mengambilnya sebagai budak”. Saudara-saudara yang lain setuju dengan ide tersebut.

3. Cerita Singkat Nabi Yusuf a.s : Mendatangi Nabi Ya’qub

Ketika para saudara Nabi Yusuf menyepakati rencana jahat mereka, mereka mendatangi Nabi Ya’qub, bapak mereka.

Kedatangan mereka malah menambah kekhawatiran beliau, karena tau mereka sangat membenci dan tidak menyukai Nabi Yusuf.

Beliau menyuruh Nabi Yusuf bermain dengan benyamin tidak jauh dari rumah, namun para saudaranya tau hal itu dan merencanakan keburukan.

“Mengapa engkau tidak menyuruh Yusuf untuk bermain bersama kami, apa yang engkau khawatirkan?” Ucap mereka.

“Dia adalah saudara kecil kami tersayang, dan kami juga anakmu ayah, harusnya saudara selalu bermain bersama, kenapa tidak kami pergi dan bermain bersama-sama”. Pinta salah satu diantara saudara Nabi Yusuf.

Nabi Ya’qub adalah seorang tua yang berwibawa, akalnya tinggi dan bersikap toleransi, namun disamping itu beliau tidak rela kalau Nabi Yusuf jauh-jauh darinya, beliau sangat mengkhawatirkannya.

Beliau berkata kepada anak-anaknya, “Aku khawatir mungkin ia akan dimakan serigala saat kalian lalai”.

“Tidak mungkin! Bagaimana bisa ia dimakan serigala, sedang kami ada disampingnya? Kan kami pemuda-pemuda yang tangguh?” Salah satu anak meyakinkan beliau.

Sehingga Nabi Yusuf diizinkan untuk bermain dengan saudara-saudaranya yang telah menyusun rencana jahat kepada adik mereka.

4. Cerita Singkat Nabi Yusuf a.s : Bermain Ke Hutan

Para saudara Nabi Yusuf merasa sangat senang karena nabi Ya’qub mengizinkannya dibawa bermain ke hutan untuk berburu.

Ketika sampai di hutan yang jauh dari rumah, mereka memasukkan Nabi Yusuf kecil ke dalam sumur tanpa merasa kasihan, mereka juga tidak kasihan bagaimana nanti ayah mereka yang sudah sepuh mendengar kabar Yusuf telah hilang.

Dalam sumur yang dalam lagi gelap di hutan itu, Nabi Yusuf kecil ditinggal sendirian oleh saudara-saudaranya.

Akan tetapi Allah melalui malaikat Jibril memberi kabar gembira baginya “ Jangan bersedih dan jangan takut, sesungguhnya Allah Subhanahu Wata’ala bersamamu, ini pertanda sesuatu yang besar bagimu, para saudaramu akan datang kepadamu, dan engkau memberitahu mereka dengan apa yang telah mereka perbuat”.

Ketika mereka beranjak pergi meninggalkan Nabi Yusuf sendirian dalam sumur di hutan, mereka berkata “Apa yang akan kita katakan kepada Ayah?”.

Ada dari mereka yang berkata, “Bapak kita pernah berkata ia takut Yusuf akan dimakan oleh serigala, makan kita katakan engkau benar wahai Ayah, Yusuf telah dimakan serigala”. Mereka pun setuju dengan itu.

Kemudian dari mereka bertanya lagi, “ Tapi apa bukti yang bisa kita beri kepada Ayah kita?”.

“Buktinya adalah darah” Celoteh salah satu dari mereka.

Mereka pun menangkap seekor kibas dan menyembelihnya. Kemudian mengambil baju Nabi Yusuf dan melumurinya dengan darah.

Mereka pun sangat senang, “Sekarang, Ayah kita pasti percaya”.

5. Cerita Singkat Nabi Yusuf a.s : Di Depan Nabi Ya’qub

Pada saat petang hari mereka sampai ke rumah seraya menangis. Mereka berkata, “Wahai Ayah, ketika kami pergi berlomba berburu, kami meninggalkan Yusuf di dekat barang bawaan, lalu dia dimakan serigala”.

“Engkau pasti tidak akan percaya, sekalipun yang kami katakan adalah benar”. Ucap mereka meyakini Nabi Ya’qub akan kebohongan mereka.

Mereka menunjukkan baju Nabi Yusuf yang telah dilumuri darah kebohongan dan berkata itu adalah darah Yusuf.

Karena ayah mereka adalah seorang nabi dan seorang tua sepuh, beliau tentu lebih cerdik dari anak-anaknya. Beliau paham kalau serigala jika memakan manusia akan mencabik-cabik dan merobek bajunya.

Sedangkan baju Nabi Yusuf masih utuh, tapi hanya dilumuri darah, sehingga beliau tau darah di baju itu adalah darah palsu, dan beliau tau apa yang mereka ceritakan adalah dongeng yang palsu.

Beliau berkata kepada anak-anaknya, “Cerita ini adalah dongeng yang kalian karang, aku lebih memilih sabar”.

Sejak saat itu beliau Nabi Ya’qub bersedih atas kehilangan Nabi Yusuf dan bersabar dengan kejadian itu.

6. Cerita Singkat Nabi Yusuf a.s : Nabi Yusuf di Dalam Sumur

Ketika para saudara Nabi Yusuf telah pulang, mereka meninggalkan Nabi Yusuf sendirian di dalam sumur, para saudara menjalani hidup normal, makan tidur dan telah melupakan Nabi Yusuf.

Sedangkan Nabi Yusuf sendirian di dalam sumur, kedinginan dan tidak ada makanan. Beliau tidak tidur dan tidak melupakan siapapun.

Tersisalah nabi Ya’qub teringat-ingat Nabi Yusuf, begitu pula sebaliknya.

Dalam sumur yang dalam lagi gelap di hutan, malam begitu tenang dan dingin. Nabi Yusuf sendirian disana.

7. Cerita Singkat Nabi Yusuf a.s : Dari Sumur ke Istana

Keesokan harinya, ada sekelompok musafir yang lewat ke dalam hutan, mereka kehausan dan mencari sumber air. Tidak lama mencari, mereka melihat sebuah sumur dan mengutus satu orang dari mereka untuk mengambil air dari sumur tersebut.

Datanglah orang itu ke sumur dan mengulur timba ke dalamnya. Kemudian, ia menarik kembali timba itu, timba itu terasa sangat berat dan ia berusaha sekerasnya, setelah berhasil menarik timba dari dalam sumur ia melihat di dalamnya ada seorang anak kecil.

Orang itu terkejut dan heran seraya berteriak, “Oh senangnya, ini seorang anak muda”.

Sekelompok musafir itu pun mengambil anak tersebut dan menyembunyikan diantara barang mereka.

Ketika sampai di Mesir, mereka masuk ke pasar dan berteriak, “ Siapa yang mau membeli budak ini? Siapa yang mau membeli budak ini?”.

BACA JUGA :  Bacaan Dzikir Setelah Sholat Fardhu Beserta Artinya

Kebetulan raja mesir pada saat itu sedang melewati pasar, tanpa pikir panjang ia membeli budak tersebut seharga beberapa dirham.

Sehingga musafir yang ternyata para pedagang itu menjual anak tersebut tanpa mengetahui itu adalah Nabi yusuf.

Raja pun membawa pulang Nabi Yusuf ke istananya, ia berkata kepada istrinya untuk memuliakan Yusuf, karena ia seorang anak yang pandai.

8. Cerita Singkat Nabi Yusuf a.s : Loyalitas dan Kepercayaan

Setelah beberapa tahun Nabi Yusuf kecil tumbuh menjadi pemuda tampan di dalam Istana raja mesir.

Suatu ketika istri raja terpesona dengan Nabi Yusuf dan menggodanya untuk berkhianat. Akan tetapi Nabi Yusuf tidak menanggapinya.

Ia berkata, “ Sekali-kali tidak! Aku tidak akan mengkhianati tuanku, sesungguhnya ia telah berbuat baik kepadaku dan memuliakanku, sesungguhnya aku takut kepada Allah”.

Marahlah istri raja dan ia pun melapor kepada suaminya. Sang raja tau kalau istrinya berdusta, sedangkan yusuf adalah seseorang yang dapat dipercaya.

Raja berkata kepada istrinya, “ Sesungguhnya kamu salah”.

Nabi Yusuf populer di mesir pada saat itu karena kegantengannya, sampai-sampai kalau ada orang yang melihatnya orang tersebut akan berkata, “Ini bukanlah manusia, melainkan seorang malaikat yang mulia”.

Istri raja sangat marah pada saat itu dan berkata kepada Nabi Yusuf, “ Sekarang masuklah kamu ke dalam penjara!”.

“Penjara lebih aku cintai!”. Tegas Nabi Yusuf.

Setelah beberapa hari raja mengetahui bahwa Nabi Yusuf telah dimasukkan ke dalam penjara, ia juga mengerti bahwa Nabi Yusuf tidak bersalah.

9. Cerita Singkat Nabi Yusuf a.s : Nasehat Penjara

Ketika Nabi Yusuf berada di dalam penjara, semua tahanan mengenal Nabi Yusuf seorang pemuda yang mulia, luas ilmunya, dan hatinya dipenuhi kasih sayang.

Semua tahanan menyukai Nabi Yusuf dan memuliakannya, mereka gembira dengan kehadiran beliau di tengah-tengah mereka, dan mereka menghormati beliau.

Dalam penjara, ada dua pemuda yang menceritakan mimpi keduanya kepada Nabi Yusuf alaihissalam.

Salah satu berkata, “Aku bermimpi memeras anggur”, yang satunya lagi berkata, “Aku bermimpi membawa roti di atas kepalaku dan roti itu dimakan oleh burung”.

Kedua pemuda itu bertanya kepada Nabi Yusuf takwil mimpi mereka. Karena mereka tau Nabi Yusuf mengerti takwil mimpi, karena Nabi Yusuf adalah salah seorang nabi.

Pada masa itu penduduk mesir belum menyembah Allah. Mereka mengkreasikan sendiri tuhan mereka sesuai imajinasi masing-masing, ada yang menyebut ini tuhan darat, ini tuhan lautan, ini tuhan rezeki, dan ini tuhan hujan.

Nabi Yusuf ingin mengajak para tahanan untuk menyembah Allah, sekalipun itu dalam penjara.

Sungguh Allah ingin hal itu terjadi di dalam penjara, tidakkah para tahanan berhak mendapat nasehat? Tidakkah mereka berhak mendapat kasih sayang? Bukankah mereka juga hamba Allah. Bukankan para tahanan itu juga golongan anak Adam?

Sekalipun raga nabi Yusuf berada di dalam sebuah penjara, namun jiwa dan pikiran beliau bebas dan berani.

Pada saat itu Nabi Yusuf memang miskin, akan tetapi beliau dermawan dan murah hati.

Sesungguhnya para nabi selalu bersikap terang-terangan dengan yang haq di setiap tempat, dan mewarisi kebaikan di setiap masa.

10. Cerita Singkat Nabi Yusuf a.s : Hikmah Nabi Yusuf

Setelah 2 orang tahanan menanyakan takwil mimpi kepada Nabi Yusuf, beliau berkata dalam hati, “Sesungguhnya dua orang laki-laki menyampaikan hajat kepadaku, yang menyampaikan hajat lembut dan rendah diri, kedua mereka juga patuh dan mendengarkanku, sekalipun aku katakan apapun mereka akan mendengarkan begitu juga akan didengarkan oleh para tahanan yang lain”.

Namun, Nabi Yusuf Tidak buru-buru menafsirkan mimpi mereka. Tetapi beliau berkata begini kepada 2 orang tersebut, “ Aku akan beritahukan kepada kalian takwil mimpi kalian sebelum makanan kalian datang”.

Sehingga 2 orang yang bertanya tentang mimpi mereka duduk tenang. Kemudian baru Nabi Yusuf berkata kepada mereka, “Aku mengetahui takwil mimpi”. Mereka pun senang dan mulai mendengarkan penjelasan Nabi Yusuf.

Disinilah Nabi Yusuf mendapat kesempatan untuk menyampaikan nasehat kepada 2 orang tahanan yang menanyakan takwil mimpi juga kepada tahanan-tahanan yang lain.

11. Cerita Singkat Nabi Yusuf a.s : Nasehat Ketauhidan

Nabi Yusuf berkata kepada para tahanan, “Ilmu yang aku miliki untuk menafsirkan mimpi tidak dimiliki semua orang, ini pemberian dari Tuhanku, Tuhanku Allah tidak memberi ilmu itu kepada orang yang menyekutukannya”. Jelas Nabi Yusuf.

“Apakah kalian berdua tau kenapa Rabbku memberi aku ilmu takwil mimpi?. Tanya Nabi Yusuf.

“Karena aku meninggalkan jalan ahli syirik, aku mengikuti ajaran kakekku Ibrahim, Ishak, dan ayahku Ya’qub, kami semua tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun”. Jawab Nabi Yusuf.

Kemudian Nabi Yusuf melanjutkan, “Ajaran tauhid ini bukan hanya dikhususkan untuk kami saja, tapi juga diperuntukkan untuk seluruh umat manusia, itulah termasuk kelebihan Allah yang kami dapatkan dan juga atas semua orang, tapi banyak dari manusia tidak bersyukur”.

Sampai disini Nabi Yusuf berhenti dan menanyakan kepada 2 orang tahanan tersebut. “Kalian berkata tuhan darat, ini tuhan lautan, ini tuhan rezeki, dan ini tuhan hujan, sedangkan kami mengatakan Tuhan semesta alam, lebih baik mana tuhan yang terpisah-pisah atau Allah yang Maha Esa yang Maha Perkasa? Dimana tuhan darat, tuhan lautan, tuhan rezeki, dan tuhan hujan?”. Tanya nabi Yusuf.

“Lihatlah ke bumi dan ke langit dan lihatlah kepada manusia, semua ini adalah hasil ciptaan Tuhan yang satu Allah yang Maha esa, nama-nama tuhan itu kalian yang memberi juga leluhur kalian”.

“Hukum adalah milik Allah, kerajaan adalah milik Allah, bumi adalah milik Allah, semua urusan adalah milik Allah, janganlah menyembah kecuali kepada-Nya, itulah agama yang benar, tapi banyak orang tidak tahu”. Jelas Nabi Yusuf.

12. Cerita Singkat Nabi Yusuf a.s : Takwil Mimpi

Setelah Nabi Yusuf menasehati para tahanan tentang ketauhidan, beliau memberitahukan kepada dua tahanan takwil mimpi yang mereka tanyakan kepada Nabi Yusuf.

“Salah satu dari kalian akan menjadi pelayan yang membawa minuman khamar untuk raja, yang satunya lagi akan disalib sehingga burung-burung memakan isi kepalanya” terang Nabi Yusuf.

“Beritahulah kepada raja keadaanku”, Pinta Nabi Yusuf kepada kedua mereka, karena salah satunya akan menjadi pelayan raja. Namun, syaithan membuat dia lupa. Sehingga Nabi Yusuf harus berada di dalam penjara beberapa tahun.

13. Cerita Singkat Nabi Yusuf a.s : Mimpi Raja

Suatu ketika Raja Mesir pada saat itu bermimpi aneh. Dia melihat 7 ekor sapi yang gemuk-gemuk dimakan oleh 7 ekor sapi yang kurus. Dia juga bermimpi melihat 7 tangkai gandum yang warnanya hijau dan 7 tangkai gandum yang kering kerontang.

Sehingga raja heran dengan mimpi yang dialaminya, ia pun bertanya kepada penasehat-penasehatnya takwil dari mimpi tersebut.

“Mimpi itu tidak bermakna apapun, orang tidur melihat banyak hal dalam mimpinya, tidak ada kebenaran dari mimpi itu”. Jawab salah satu penasehat.

Kebetulan tahanan yang pernah bersama Nabi Yusuf yang telah menjadi pelayan raja mendengar hal tersebut, ia berkata, “Tidak, aku akan memberitahu kepada kalian takwil mimpi raja”.

Setelah dari hadapan raja di pergi ke penjara menjumpai Nabi Yusuf untuk bertanya perihal mimpi raja.

Karena Nabi Yusuf adalah seorang yang murah hati, mulia dan menghormati semua makhluk Allah, maka beliau menjelaskan takwil mimpi itu.

Karena kemurahan hati dan kemulian itulah Nabi Yusuf tidak dikenal pelit. Beliau menjelaskan takwil mimpi raja kepada pelayan tersebut, beliau menyarankan sebuah perencanaan.

“Bercocok tanamlah gandum selama 7 tahun berturut-turut sebagaimana biasanya, kemudian simpanlah hasil panen itu dan biarkan tetap di tangkainya, kecuali ambil sedikit untuk dimakan, setelah itu akan datang 7 tahun paceklik hujan tidak turun dan hasil panen nihil, ketika itu kalian akan makan dari apa yang kalian simpan, setelah tahun-tahun sulit itu akan turun hujan dan orang-orang akan memanen anggur”. Jelas Nabi Yusuf panjang lebar.

Setelah mendengar takwil mimpi dari raja pelayan ini pun pergi menemui raja dan memberitahukan takwil mimpi itu.

14. Cerita Singkat Nabi Yusuf a.s : Raja Menemui Nabi Yusuf

Ketika raja mendengar takwil mimpi tersebut dan perencanaan yang bagus dari mimpi itu ia merasa senang. “Siapa orang cerdas dan mulia ini yang menafsirkan mimpiku ini dan memberi kita perencanaan yang hebat? ”. Tanya raja.

“Orang itu bernama Yusuf wahai raja, dia pula yang menafsirkan mimpiku bahwa aku akan menjadi pelayan tuan raja”, jawab si pelayan.

Raja sangat ingin berjumpa dengan Nabi Yusuf, sehingga dia menyuruh seseorang untuk menjemput Nabi Yusuf di penjara, ia berkata “ Bawakan dia ke hadapanku, akan aku pilih dia menjadi orang terdekatku “.

15. Cerita Singkat Nabi Yusuf a.s : Nabi Yusuf Meminta Pembuktian

Ketika utusan raja menemui Nabi Yusuf, ia langsung menyampaikan bahwa “raja memanggilmu”.

Tapi Nabi Yusuf merasa tidak rela keluar dari penjara dengan cara seperti itu, orang-orang akan berkata ini Yusuf! Dia dulu di penjara karena berkhianat kepada raja. Nabi Yusuf dengan besar jiwa enggan menuruti perintah raja, beliau adalah seseorang yang luas akalnya dan cerdas.

Kalaulah ada seseorang yang lain di posisi nabi Yusuf pasti dia akan buru-buru keluar dari penjara karena dipanggil oleh raja. Tapi seorang Nabi Yusuf tidak begitu. Beliau tidak buru-buru dan ceroboh dalam menerima pesan dari raja tersebut.

Kemudian raja meminta nabi Yusuf keluar dari penjara dengan memberitahukan kepada orang-orang bahwa beliau bukanlah pelaku dan bukan tersangka, baru setelah itu Nabi Yusuf keluar dari penjara dengan status bukan tersangka, dan orang-orang pun memuliakan beliau.

Ketika Raja berjumpa dengan Nabi Yusuf ia berkata, “Kamu aku angkat sebagai orang yang berkedudukan tinggi di negeri ini”.

16. Cerita Singkat Nabi Yusuf a.s : Tentang Aset Dunia

Nabi Yusuf alaihissalam mengetahui bahwa sifat amanah sangat sedikit ada pada manusia. Beliau sangat paham bahwa sifat khianat lah yang banyak dipraktekkan oleh manusia. Nabi Yusuf melihat manusia mengkhianati harta yang disimpan dijalan Allah.

Beliau melihat di dunia ini ada banyak sekali simpanan dan aset akan tetapi menghilang begitu saja. Ini disebabkan oleh para umara pemerintah yang tidak takut kepada Allah SWT.

BACA JUGA :  Pengertian Haji Dan Umrah Serta Ketentuan-ketentuannya

Simpanan makanan dimakan oleh para koruptor, dan rakyat kelaparan tidak mendapat apapun, segalanya dikuasai umara’ yang zalim sehingga rakyat pun tidak mendapat tempat tinggal.

Rakyat tidak akan mendapat manfaat dari simpanan mereka kecuali hanya jika dijaga oleh orang berilmu dan amanah. Jika yang mengelolanya tidak berilmu dan amanah ia tidak akan tahu cara memberi manfaat dari simpanan tersebut. Adapun jika penjaganya berilmu namun tidak amanah ia akan memakan dan mengkorupsi dan berkhianat.

Nabi Yusuf adalah seseorang yang amanah dan berilmu, beliau tidak ingin membiarkan pemerintah korup memakan harta rakyat. Nabi Yusuf tidak mampu melihat rakyat kelaparan dan mati karena tidak ada makanan.

Beliau tidak malu mengatakan kebenaran, “Wahai raja jadikanlah aku penjaga harta rakyat dan mengelolanya agar bermanfaat sesungguhnya aku amanah dan berilmu” Pinta nabi Yusuf setelah bebas dari penjara.

Raja Pun menjadikan nabi Yusuf sebagai menteri yang mengelola harta dan aset kerajaan, beliau dipercaya oleh raja dan rakyat Mesir. Rakyat menjadi tenang dan damai mereka pun banyak-banyak memuji Allah SWT.

17. Cerita Singkat Nabi Yusuf a.s : Kedatangan Para Saudara Nabi Yusuf

Pada masa itu di Mesir dan Syam terjadi kelaparan sebagaimana yang pernah diprediksi oleh Nabi Yusuf alaihissalam.

Penduduk Syam termasuk Nabi Ya’qub mendengar bahwa di Mesir ada seorang lelaki yang penyayang. Disana ada seorang laki-laki yang murah hati dan mulia, ia adalah seorang bendahara negara.

Orang-orang mendatanginya untuk mengambil makanan berupa biji-bijian yang tersimpan dengan baik. Nabi Ya’qub pun menyuruh anak-anaknya pergi ke Mesir dengan membawa dinar dan dirham untuk mendapatkan makanan.

Tapi, anak nabi Ya’qub yang bernama Binyamin tinggal bersama beliau karena beliau sangat mencintainya dan takut kehilangan seperti kehilangan nabi Yusuf.

Ketika anak-anak nabi Ya’qub tiba di Mesir mereka langsung menemui bendahara negara yang amanah itu dan mereka berhadapan dengan beliau, tapi mereka tidak mengenal bahwa yang di depan mereka itulah asik mereka yang pernah mereka buang ke sumur bernama Yusuf bin Ya’qub. Mereka sangka adik mereka telah mati di sumur.

Mereka tidak mengenal nabi Yusuf, tapi beliau mengenal mereka yang telah pernah membuang beliau ke sumur, tapi Allah menjaga nabi Yusuf. Ketika mereka bertemu, nabi Yusuf tidak berkata apapun dan tidak membuka kembali cerita kejadian yang pernah terjadi.

18. Cerita Singkat Nabi Yusuf a.s : Antara Nabi Yusuf dan Para Saudaranya

Nabi Yusuf bercakap-cakap dengan para saudara beliau yang tidak mengenali beliau, “Dari mana asal kalian?”. Tanya nabi Yusuf.

Mereka menjawab, “dari Kan’an”.

“Siapa Ayah kalian?”. Tanya Nabi Yusuf.

Mereka menjawab, “Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim”.

“Apakah kalian punya saudara lain?”. Nabi Yusuf bertanya.

“Ada, namanya Binyamin”. Jawab mereka.

“Mengapa ia tidak ikut bersama kalian?”. Tanya Nabi Yusuf lagi.

Mereka menjawab, “Karena ayah kami tidak ingin membiarkannya pergi, dia tidak ingin jauh dengannya”.

“Kenapa beliau tidak ingin jauh darinya? Apakah ia seorang anak kecil”. Nabi Yusuf bertanya lagi.

Mereka menjelaskan, “Tidak, tapi dulu ada seorang adik kami namanya Yusuf, pernah ikut dengan kami berburu di hutan, kami meninggalkannya sendirian saat kami berburu dan dia dimakan serigala”.

Nabi Yusuf tersenyum dalam hati dan tidak berkata apapun, beliau rindu kepada saudaranya Binyamin.

Allah ingin menguji nabi Ya’qub untuk kali yang kedua.

Nabi Yusuf pun menakar gandum sesuai uang yang mereka bawa, tapi beliau tidak mengambil satu dirham pun juga tidak sekeping dinar pun, beliau hanya meminta satu hal.

“Kalian akan mendapatkan makanan lagi jika kalian membawakan adik kalian bernama Binyamin kesini”.

Nabi Yusuf menyuruh seorang pelayan untuk memasukkan dinar dan dirham yang mereka beri kepada beliau ke dalam tumpukan gandum dan menyuruh pelayan-pelayan beliau untuk meletakkan gandum ke dalam karung mereka untuk dibawa pulang, mereka pun pulang.

19. Cerita Singkat Nabi Yusuf a.s : Antara Nabi Ya’qub Dengan Putra-putranya

Ketika anak-anak nabi Ya’qub tiba, mereka langsung mengabarkan kepada nabi Ya’qub pesan dari bendahara negeri Mesir, “Sertakanlah bersama kami Binyamin, kalau tidak kita tidak akan mendapatkan gandum lagi”.

Mereka meminta Binyamin kepada nabi Ya’qub, “Dia akan kami jaga”. Janji mereka.

Nabi Ya’qub berkata, “Bagaimana aku bisa percaya kepada kalian sebagaimana aku telah pernah percayakan kepada kalian Yusuf, apakah kalian telah lupa dengan Yusuf, apakah kalian akan menjaga Binyamin sebagaimana kalian menjaga Yusuf?”.

Ketika mereka membuka karung gandum yang dibawa pulang dari Mesir mereka mendapati uang mereka di dalam gandum, mereka pun berkata kepada nabi Ya’qub, “Sesungguhnya bendahara negeri Mesir adalah seorang lelaki mulia, ia kembalikan uang kita dan tidak mengambil sepeserpun sari kita”.

“Utuslah Binyamin bersama kami agar bendahara Mesir mendapatkan juga permintaannya”. Pinta anak-anak nabi Ya’qub kepada beliau.

Nabi Ya’qub menjawab, “Aku tidak akan mengutus Binyamin bersama kalian kecuali kalian harus bersumpah atas Nama Allah terlebih dahulu, bahwa kalian akan pulang dengannya dan jangan pernah kalian melanggar itu. Sesungguhnya Allah adalah saksi atas apa yang telah kita ucapkan”.

“Wahai anak-anakku, ketika kalian masuk ke negeri Mesir janganlah kalian masuk lewat satu pintu, tapi masuklah lewat pintu-pintu yang berbeda, itu saja pesanku, aku tidak bisa menjamin kalian dari takdir Allah, aku bertawakal kepadanya”.

20. Cerita Singkat Nabi Yusuf a.s : Binyamin Bertemu Nabi Yusuf

Ketika anak-anak Nabi Ya’qub tiba di Mesir untuk kedua kalinya, mereka melakukan seperti amanah ayah mereka yaitu masuk lewat pintu-pintu yang berbeda.

Mereka pun sampai kepada bendahara negeri Mesir. Ketika nabi Yusuf melihat Binyamin beliau sangat senang dan mengajak masuk Binyamin ke dalam rumah beliau. Nabi Yusuf pun berkata kepada Binyamin, “Aku adalah saudaramu”. Tentramlah hati Binyamin ketika mendengar hal itu.

Momen itulah nabi Yusuf kembali bertemu dengan saudara beliau Binyamin setelah sekian tahun lamanya terpisah, beliau pun teringat kembali ibu, ayah, kampung halaman, hingga masa kanak-kanak beliau saat melihat saudara beliau Binyamin.

Sehingga nabi Yusuf ingin sekali agar Binyamin tinggal bersamanya, akan tetapi bagaimana caranya? Karena Binyamin akan pulang esok hari ke Kan’an?

Bagaimana caranya? Sedangkan para saudara-saudara beliau yang lain telah berjanji atas nama Allah di hadapan ayah mereka agar membawa pulang kembali Binyamin?.

Bagaimana mungkin nabi Yusuf akan menahan Binyamin bersamanya tanpa alasan yang jelas?

Orang-orang akan berkata bahwa menteri telah menawan seorang dari Kan’an tanpa sebab, hal itu adalah kezaliman yang besar.

Namun, lagi-lagi nabi Yusuf adalah seorang yang cerdas dan pandai.

Ketika itu nabi Yusuf memiliki sebuah gelas yang mahal, beliau sering minum dengan gelas itu. Beliau menyuruh pelayan beliau untuk memasukkan gelas mahal itu ke dalam tas Binyamin.

Tidak jauh setelah mereka pergi, pelayan nabi Yusuf mencegat mereka dan berkata, “di antara kalian adalah pencuri”.

Para saudara nabi Yusuf pun menoleh kepada orang itu dan berkata, “Kamu kehilangan apa?”.

“Kami kehilangan gelas menteri, siapapun yang dapat mengembalikannya akan mendapatkan gandum seberat anak onta”. Jawab pelayan.

“ Kalian tahu kami kesini bukan untuk mencuri dan bukan untuk merusak”. Jawab mereka.

“ Apa hukumannya jika betul dari kalian adalah pencuri?”. Tanya pelayan.

Mereka menjawab, “Hukumannya akan ditanggung oleh orang yang bersalah”.

Maka kedapatanlah dalam tas Binyamin gelas menteri, malulah para- saudara nabi Yusuf, tapi dengan tanpa rasa salah mereka berkata, “Jika si Binyamin ini mencuri maka sungguh saudaranya (Yusuf) juga pernah mencuri”.

Nabi Yusuf mendengar fitnah itu, tapi beliau menyembunyikan rasa jengkelnya dan diam serta tidak marah, karena nabi Yusuf adalah seorang yang mulia dan bersahaja.

“ Wahai menteri, si Binyamin ini punya seorang ayah yang sudah tua renta, tukarkan dia dengan salah satu dari kami (sebagai ganti hukuman), kami tahu engkau adalah orang baik”. Pinta para saudara.

“ Aku memohon perlindungan dari Allah, kami tidak menahan seseorang yang tidak melakukan kesalahan, jika kami melakukan itu sungguh kami orang yang zalim”. Jelas nabi Yusuf beralasan.

Ketika mereka mendengar keputusan menteri bahwa Binyamin harus ditahan di Mesir, mereka kecewa. Kemudian mereka pergi ke sebuah sudut kota untuk berunding. “Kalian tidak ingat kalau ayah kita telah mengambil sumpah dari kita untuk membawa pulang Binyamin bersama kita”. Kata kakak tertua dari mereka.

“Sebelum itu kalian sudah menyia-nyiakan Yusuf! Aku tidak akan pulang dari negeri ini sampai ayahku menyuruhku pulang atau Allah memberi keputusan kepada ku”. Sambungnya.

Di tempat lain, nabi Yusuf merasa senang karena yang dulunya beliau hanya sebatang kara bertahun-tahun, beliau belum pernah melihat seorang pun dari keluarga beliau sejak saat itu.

Allah mengirimkan Binyamin kepadanya, beliau tidak menawannya, beliau hanya rindu kepada saudaranya, teman masa kecilnya. Apakah itu perbuatan zalim menyuruh tinggal seorang adik bersama kakaknya? Jawabanya tidak.

21. Cerita Singkat Nabi Yusuf a.s : Kepada Nabi Ya’qub

Di sisi lain para saudara Binyamin sedang berdiskusi bagaimana cara mereka pulang menemui ayah mereka. Mereka memikirkan apa yang harus mereka katakan ketika bertemu dengan ayah mereka.

Dulu mereka pernah berbohong tentang Yusuf, apakah kali ini mereka akan berbohong lagi tentang Binyamin?!

Mereka pun sepakat untuk mengatakan yang sebenarnya, mereka pun pulang kecuali kakak paling tua. Ketika sampai ke rumah mereka mengatakan hal tersebut kepada Nabi Ya’qub.

Ketika nabi Ya’qub mendengar hal tersebut, beliau semakin yakin bahwa ini takdir Allah, beliau sedang di uji.

Dulu beliau pernah diuji oleh Allah dengan hilangnya nabi Yusuf, dan kali ini beliau kembali diuji dengan Binyamin, beliau percaya bahwa Allah tidak mengumpulkan dua musibah besar baginya, beliau percaya bahwa Allah tidak akan membuatnya menderita dengan dua anak yang hilang begitu saja.

Beliau percaya ada urusan Allah yang tersembunyi dari itu, ada hikmah yang akan beliau terima dari kejadian tersebut. Beliau yakin ketika Allah menguji hamba-Nya dan menyembunyikan hal dibalik itu, Allah akan memberi nikmat berupa hikmah yang lebih baik dari musibah itu.

BACA JUGA :  Definisi Tarbiyah, Mahasiswa Tarbiyah Harus Tau!

Bukan hanya Binyamin yang ditahan di Mesir, nabi Ya’qub juga mendapati anaknya yang paling tua tidak kembali karena takut dengan sumpah yang telah ia janjikan. Nabi Ya’qub berkata dengan yakin dalam hatinya bahwa Allah akan mengembalikan ketiga anaknya.

22. Cerita Singkat Nabi Yusuf a.s : Tersingkapnya Rahasia

Namun, nabi Ya’qub adalah seorang manusia biasa yang didalam hatinya terdapat hati manusia, bukan pecahan batu. Beliau kembali teringat kepada nabi Yusuf dan kembali bersedih, sambil berpaling dari anak-anak beliau berkata “Duhai dukacitaku kepada Yusuf”.

Kemudian beliau memarahi anak-anaknya dan berkata, “Kalian akan ingat kepada Yusuf saat kalian binasa”.

“Aku mengadukan kesedihan dan kesusahanku kepada Allah dan aku tahu apa yang kalian tidak tau”. Ucap beliau sambil menangis.

Ketika itu nabi Ya’qub tahu bahwa anak beliau yang bernama Ya’sa telah berbohong, beliau punya harapan dan pinta yang tinggi kepada Allah.

Kemudian beliau pun mengirim anak-anaknya ke Mesir untuk mencari Yusuf dan Binyamin hingga dapat, dan berpesan kepada mereka semua agar tidak putus asa dari rahmat Allah, mereka pun pergi ke Mesir untuk ketiga kalinya.

Ketika sampai di Mesir mereka berjumpa dengan Nabi Yusuf dan mengadukan kemelaratan dan musibah yang mereka alami, mereka meminta kelapangan dari nabi Yusuf.

Ketika mendengar semua itu nabi Yusuf merasakan perasaan yang campur aduk antara kesedihan dan kerinduan, beliau tidak bisa menguasai diri. Beliau bertawakkal.

“Sampai kapan aku menutup perkara ini dari mereka dan sampai kapan aku melihat keadaan mereka seperti ini, dan sampai kapan aku tidak berjumpa dengan ayahku?”. Ucap nabi Yusuf dalam hati.

Beliau Pun memberitahu mereka bahwa beliau adalah Yusuf yang pernah mereka dibuang kedalam sumur yang dalam di tengah hutan.

Mereka pun curiga, apakah Yusuf masih hidup?! Atau sudah mati di dalam sumur?! Apakah Yusuf adalah menteri negeri Mesir?! Apakah dia yang telah memberi kami makanan?!

Saking curiga dan bertanya-tanya, mereka pun berkata, “Apakah engkau benar Yusuf?”.

Nabi Yusuf menjawab, “Aku Yusuf, dan ini saudaraku, sesungguhnya Allah telah melimpahkan karunia kepada kami”.

Mereka berkata, “Demi Allah kami adalah orang-orang yang bersalah”.

Tapi nabi Yusuf tidak memarahi mereka atas apa yang telah mereka lakukan kepada beliau. “Semoga Allah mengampuni kalian, sesungguhnya Dia Maha Kasih Sayang”.

23. Cerita Singkat Nabi Yusuf a.s : Nabi Yusuf Mengirim Sesuatu Kepada Nabi Ya’qub

Rindulah nabi Yusuf untuk bertemu dengan nabi Ya’qub, bagaimana tidak, mereka telah berpisah sekian lama. Bagaimana bisa nabi Yusuf menahan kesabarannya lagi karena rahasia telah terbongkar.

Selama ini minuman dan makanan tidak dapat mengobati lapar dan dahaga beliau karena ayah beliau tidak memberinya makan, minum dan menidurkannya.

Telah terbukalah rahasia, terang benderanglah rahasia, dan Allah ingin menyembuhkan mata nabi Ya’qub. Ketika itu nabi Ya’qub telah buta karena banyaknya menangis dan sedih.

Nabi Yusuf berkata, “Pulanglah kalian dengan membawa bajuku ini, lalu usaplah baju ini ke wajah ayahku, dan ia akan bisa melihat kembali, setelah itu kembalilah kalian semua sekeluarga kesini dengan membawa Ayah”.

24. Cerita Singkat Nabi Yusuf a.s : Nabi Ya’qub Bertemu Nabi Yusuf

Ketika anak-anak nabi Ya’qub dalam perjalanan pulang ke Kan’an dengan membawa baju nabi Yusuf, ayah beliau di rumahnya di Kan’an sudah mencium bau nabi Yusuf, ia berkata, “Sungguh aku mencium harum Yusuf di hidungku”.

Anak-anak beliau yang mendengar menjawab, “Sungguh engkau masih dalam kekeliruan engkau yang dulu”.

Namun nabi Ya’qub benar, tidak lama setelah itu anak-anak beliau pulang dari Mesir dengan membawa baju nabi Yusuf, lalu diusapkan ke wajah beliau, seketika itu penglihatan beliau kembali, dan beliau berkata kepada anak-anaknya, “Bukankah aku sudah mengatakan kepada kalian bahwa aku lebih mengetahui dari apa yang tidak kalian tahu”.

Anak-anak beliau menjawab, “Wahai ayah!, maafkanlah kami sungguh kami telah melakukan kesalahan yang besar”.

“Aku akan meminta kepada Allah ampunan kepada kalian, sesungguhnya Dia maha pengampun”.

Keesokan harinya nabi Ya’qub dengan seluruh keluarga berangkat ke negeri Mesir. Sesampainya di Mesir nabi Ya’qub langsung meminta untuk dipertemukan dengan anaknya yang lama hilang yang setiap harinya beliau rindukan.

Jangan tanya bagaimana senang dan bahagianya nabi Ya’qub dan nabi Yusuf ketika keduanya bertemu, hari itu merupakan hari terbaik dan berkah di Mesir.

Kemudian nabi Yusuf mendudukkan ayah beliau diatas singgasana, dan semua saudara-saudara beliau pun tunduk bersimpuh dan bersujud di hadapan beliau, memohon maaf atas kesalahan mereka.

Nabi Yusuf berkata, “Inilah takwil mimpi inilah tafsir mimpi yang pernah kualami dulu, sekarang Allah jadikan mimpi itu kenyataan”.

“Dulu aku bermimpi 11 bintang, matahari dan bulan sujud kepadaku”.

Nabi Yusuf pun sangat bersyukur atas nikmat yang beliau terima dan memuji Allah sebanyak-banyaknya. Semenjak saat itu seluruh keluarga nabi Ya’qub tinggal di Mesir hingga akhir hayat mereka.

25. Cerita Singkat Nabi Yusuf a.s : Sebaik-baik Kesudahan

Nabi ya’qub sudah diangkat menjadi raja ketika itu, tapi kerajaan yang ia pimpin tidak membuatnya lalai dari beribadah kepada Allah, dan tidak sedikitpun merubahnya.

Beliau tetap selalu mengingat Allah, bertaqwa dan selalu beribadah kepada-Nya. Beliau menjadi raja yang adil dan menghukum sesuai dengan hukum yang ditetapkan oleh Allah dan menerapkan perintah Allah dalam kehidupan bernegara dan mengurus rakyat.

Nabi Yusuf tidak memperhatikan kerajaan secara berlebihan dan tidak membuat janji-janji besar kepada rakyat yang tidak sanggup ia tunaikan. Malahan nabi Yusuf tidak ingin meninggal sebagai raja dan tidak ingin dibangkitkan kelak dipadang mahsyar dengan kerajaan yang masih tersangkut di pundaknya.

Akan tetapi beliau hanya ingin wafat sebagai seorang hamba biasa dan bercita-cita dibangkitkan kelak di padang mahsyar bersama-sama dengan orang sholeh.

Do’a nabi Yusuf ketika itu adalah sebagai berikut; “Ya Allah, Engkau telah memberiku sebuah kerajaan dan mengajarkanku takwil mimpi, Wahai Tuhan pencipta seluruh langit dan bumi, Engkaulah pelindungku di dunia dan di Akhirat, wafatkan aku dalam keadaan muslim dan sertakanlah aku bersama dengan orang-orang shaleh”.

Do’a nabi Yusuf dikabulkan oleh Allah, beliau Wafat sebagai orang biasa dan diperjumpakan oleh Allah dengan kakek beliau nabi Ibrahim a.s, nabi Ishaq a.s, dan juga dengan ayah beliau nabi Ya’qub a.s.

TAMAT

Note: Kisah ini diterjemahkan secara manual oleh penulis blog dari kitab yang berjudul “Qisasun Nabiyyin” karangan Abu Hasan Ali Al-hasani An-nadwi.

(Total words: 5.248)

Check Also

Ghoorib.com | Puasa 1 Hari Sebelum Idul Adha: Manfaat, Tips, dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Puasa 1 Hari Sebelum Idul Adha: Manfaat, Tips, dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Idul Adha adalah salah satu hari raya besar dalam agama Islam. Pada hari yang penuh …

10 comments

  1. Ghoorib.com | Cerita Nabi Yusuf Untuk Anak Lengkap

    I haven’t checked in here for some time as I thought it was getting boring, but the last several posts are good quality so I guess I will add you back to my daily bloglist. You deserve it my friend 🙂

  2. Ghoorib.com | Cerita Nabi Yusuf Untuk Anak Lengkap

    This is very interesting, You’re a very professional blogger. I have joined your feed and look forward to in quest of more of your magnificent post. Additionally, I’ve shared your website in my social networks!

  3. Ghoorib.com | Cerita Nabi Yusuf Untuk Anak Lengkap

    I’ll immediately grab your rss feed as I can not find your email subscription link or e-newsletter service. Do you have any? Please let me know so that I could subscribe. Thanks.

  4. Ghoorib.com | Cerita Nabi Yusuf Untuk Anak Lengkap

    I truly appreciate this post. I?¦ve been looking all over for this! Thank goodness I found it on Bing. You’ve made my day! Thanks again

  5. Ghoorib.com | Cerita Nabi Yusuf Untuk Anak Lengkap

    Thanks for this marvelous post, I am glad I discovered this website on yahoo.

  6. Ghoorib.com | Cerita Nabi Yusuf Untuk Anak Lengkap

    Great write-up, I?¦m regular visitor of one?¦s site, maintain up the nice operate, and It is going to be a regular visitor for a long time.

  7. Ghoorib.com | Cerita Nabi Yusuf Untuk Anak Lengkap

    I think this website has some really superb info for everyone. “Dealing with network executives is like being nibbled to death by ducks.” by Eric Sevareid.

  8. Ghoorib.com | Cerita Nabi Yusuf Untuk Anak Lengkap

    Have you ever considered writing an ebook or guest authoring on other blogs? I have a blog based on the same topics you discuss and would love to have you share some stories/information. I know my readers would enjoy your work. If you’re even remotely interested, feel free to send me an e mail.

  9. Ghoorib.com | Cerita Nabi Yusuf Untuk Anak Lengkap

    Hi there, I found your website via Google while searching for a related topic, your site came up, it looks good. I have bookmarked it in my google bookmarks.

  10. Ghoorib.com | Cerita Nabi Yusuf Untuk Anak Lengkap

    I see something really interesting about your weblog so I saved to bookmarks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *